Indonesia Bekerjasama Dengan Jepang Untuk Menangani Sampah

Negara Jepang sempat hampir terhapus dari peta dunia pasca bom nuklir yang dijatuhkan oleh sekutu di kota Nagasaki dan Hirosima. kini Negeri Matahari Terbit itu mulai bangkit dan mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi. Ya, seperti yang kita ketahui bahwa Negeri Sakura merupakan penguasa teknologi masa kini. Bisa dilihat dari barang-barang elektronik dan kendaraan buatan Jepang, yang mendominasi pasar Internasional. Terlepas dari pembahasan tersebut, negara Indonesia merupakan salah satu negara yang masih belum mampu dalam mengatasi masalah sampah. Mengingat polemik sampah yang cukup rumit, pemerintah pun menginginkan teknologi seperti di Jepang, dimana teknologi itu mampu mengolah sampah menjadi energi listrik.

Seperti dilansir dari berita terbaru hari ini, Menteri Koordinator Kemaritiman yakni Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan bahwa keinginannya itu langsung disampaikan pada Perdana Menteri Jepang yang bernama Shinzo Abe pada pertemuannya di Tokyo Rabu 13/12/2017. Beliau mendorong juga kerja sama terkait lingkungan seperti pengonversian sampah menjadi energi listrik, ungkap Luhut pada awak media (14/12/2017). Selain itu, Menko Luhut juga mengatakan bahwa teknologi tersebut sudah dioperasikan di Shinigawa Incineration Plant di Tokyo, dimana tempat itu telah dikunjunginya pada hari Selasa (12/12/2017). Dalam kunjungannya, Luhut dapat melihat teknologi tersebut yang mampu mengonversikan 600 ton sampah menjadi 15 mega watt per harinya.

Pusat pengelolaan sampah tersebut mengoperasikan sampah yang di buang oleh 9,3 juta orang dari 23 distrik di Tokyo. Tak hanya dijadikan energi listrik, sampah-sampah itu juga diolah menjadi bahan baku semen. Saya sudah lihat dibeberapa tempat, di sini bagus juga. Teknologi di sini dengan Swedia hampir sama, lanjut Luhut yang tengah berpetualang dalam mencari teknologi pengelolaan sampah, untuk diterapkan di tujuh kota Besar di Indonesia. Pemerintah Indonesia ingin konsisten dalam mengurangi masalah sampah plastik dari darat yang menjadi penyebab utama dari tercemarnya lingkungan laut. Pasalnya, negara Indonesia menempati peringkat ke 2 di dunia sebagai negara penghasil sampah plastik terbanyak baik di darat maupun di laut. Tentu saja hal ini bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan bagi kita, melainkan sebuah catatan yang memalukan. Untuk menindaklanjuti polemik sampah dalam negeri, Pemerintah pun berencana menggandeng negara Jepang dalam mengelola sampah menjadi energi listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *